{"id":19470,"date":"2025-04-24T13:54:20","date_gmt":"2025-04-24T06:54:20","guid":{"rendered":"https:\/\/sampingan.co.id\/?p=19470"},"modified":"2025-05-04T00:12:25","modified_gmt":"2025-05-03T17:12:25","slug":"langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2","title":{"rendered":"Apa Itu Key Performance Indicator dan Cara Membuatnya dengan Efektif"},"content":{"rendered":"\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis, perusahaan dituntut untuk mengelola kinerja karyawan secara optimal demi mencapai tujuan bisnis. Salah satu cara paling efektif untuk mengukur produktivitas dan pencapaian karyawan adalah melalui <em>Key Performance Indicator<\/em> (KPI).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan KPI karyawan? Mengapa penting untuk menyusunnya secara cermat? Dan bagaimana cara membuat KPI yang benar-benar efektif dan relevan dengan tujuan perusahaan? Kali ini Staffinc akan membahas secara mendalam mulai dari pengertian KPI, manfaatnya, langkah-langkah penyusunan, hingga contoh konkret dari KPI di berbagai divisi.<\/span><\/p>\r\n<h2><b>Apa Itu KPI Karyawan?<\/b><\/h2>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KPI karyawan adalah indikator kuantitatif yang digunakan untuk mengukur kinerja individu dalam suatu organisasi berdasarkan tujuan dan target yang telah ditentukan sebelumnya. KPI bertindak sebagai tolok ukur yang objektif untuk menilai sejauh mana seseorang telah menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan jabatan atau perannya.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan KPI yang terstruktur, manajemen dapat mengetahui apakah seorang karyawan telah memberikan kontribusi yang sesuai dengan ekspektasi. Di saat yang sama, KPI juga dapat membantu mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan atau pengembangan lebih lanjut.<\/span><\/p>\r\n<p>Selain KPI, ada juga istilah OKR atau <span style=\"font-weight: 400;\">(<em>Objectives and Key Results<\/em>) yang kerapkali dianggap sama padahal berbeda.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00c2\u00a0KPI lebih fokus pada hasil yang bersifat kuantitatif dan stabil, sementara OKR \u00c2\u00a0lebih fleksibel dan sering digunakan untuk tujuan yang lebih visioner atau inovatif. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kombinasi keduanya bisa menjadi strategi yang efektif untuk mengelola kinerja dalam skala mikro dan makro.<\/span><\/p>\r\n<h2><strong>5 Manfaat Penggunaan KPI Karyawan<\/strong><\/h2>\r\n<figure id=\"attachment_47469\" aria-describedby=\"caption-attachment-47469\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-47469\" src=\"https:\/\/staffinc-corporate-website.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-pavel-danilyuk-8424448-scaled.jpg\" alt=\"manfaat-membuat-kpi-karyawan\" width=\"2560\" height=\"1709\" srcset=\"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-pavel-danilyuk-8424448-scaled.jpg 2560w, https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-pavel-danilyuk-8424448-300x200.jpg 300w, https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-pavel-danilyuk-8424448-1024x684.jpg 1024w, https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-pavel-danilyuk-8424448-768x513.jpg 768w, https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-pavel-danilyuk-8424448-1536x1025.jpg 1536w, https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-pavel-danilyuk-8424448-2048x1367.jpg 2048w, https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-pavel-danilyuk-8424448-800x534.jpg 800w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47469\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: contoh potret menyampaikan kpi karyawan (Pexels.com\/Pavel Danilyuk)<\/em><\/figcaption><\/figure>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengimplementasikan KPI bukan hanya soal pengukuran semata. Ada banyak manfaat strategis yang dapat diperoleh, baik oleh manajemen maupun karyawan itu sendiri, seperti:<\/span><\/p>\r\n<h3><strong>1. Menjaga fokus dan produktivitas<\/strong><\/h3>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KPI membantu karyawan memahami prioritas utama dalam pekerjaan mereka. Dengan adanya indikator yang jelas, energi dan waktu yang dimiliki bisa difokuskan untuk mencapai hasil yang paling berdampak.<\/span><\/p>\r\n<h3><strong>2. Meningkatkan transparansi kinerja<\/strong><\/h3>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses evaluasi menjadi lebih objektif karena berdasarkan data dan pencapaian yang nyata. Ini membantu menciptakan lingkungan kerja yang transparan dan adil antara manajemen dan karyawan.<\/span><\/p>\r\n<h3><strong>3. Mendukung perencanaan pengembangan karyawan<\/strong><\/h3>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data dari pencapaian KPI bisa menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan pelatihan atau pengembangan skill. Karyawan bisa lebih terarah dalam membangun kompetensi profesionalnya.<\/span><\/p>\r\n<h3><strong>4. Memotivasi karyawan untuk berkinerja lebih baik<\/strong><\/h3>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Target yang terukur dan realistis membuat karyawan merasa tertantang dan termotivasi. Mereka terdorong untuk menunjukkan performa terbaik, terutama ketika pencapaiannya dihargai.<\/span><\/p>\r\n<h3><strong>5. Mendorong akuntabilitas<\/strong><\/h3>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap individu memiliki tanggung jawab yang jelas. Dengan adanya KPI, setiap orang tahu apa yang diharapkan dari mereka dan bertanggung jawab atas hasil kerja yang dicapai.<\/span><\/p>\r\n<h2><b>Langkah-Langkah Membuat KPI Karyawan yang Efektif<\/b><\/h2>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memastikan KPI benar-benar dapat digunakan sebagai alat ukur yang bermanfaat, berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan.<\/span><\/p>\r\n<h3><b>1. Pahami tugas dan tanggung jawab pekerjaan<\/b><\/h3>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum menentukan KPI, sangat penting untuk memahami secara menyeluruh deskripsi pekerjaan dari posisi yang dimaksud. Ini akan memastikan indikator yang disusun relevan dan mencerminkan kontribusi nyata terhadap tujuan perusahaan.<\/span><\/p>\r\n<h3><b>2. Gunakan prinsip SMART<\/b><\/h3>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar KPI mudah dipahami dan diukur, gunakan pendekatan SMART, yaitu:<\/span><\/p>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><em>Specific<\/em> (Spesifik)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Target harus jelas dan tidak ambigu<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><em>Measurable<\/em> (Terukur)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Dapat dinyatakan secara kuantitatif<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><em>Achievable<\/em> (Dapat Dicapai)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Realistis, tidak terlalu mudah atau terlalu sulit<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><em>Relevant<\/em> (Relevan)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Berhubungan langsung dengan tujuan bisnis<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><em>Time-Bound<\/em> (Berbatas Waktu)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Harus ada tenggat waktu pencapaian<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh KPI yang sesuai dengan prinsip SMART adalah: &#8220;Meningkatkan penjualan produk A sebesar 15% dalam tiga bulan ke depan.&#8221;<\/span><\/p>\r\n<h3><b>3. Libatkan karyawan dalam proses penyusunan<\/b><\/h3>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melibatkan karyawan dalam penyusunan KPI sangat penting. Ini memberikan rasa kepemilikan (<em>ownership<\/em>) atas target yang telah disepakati bersama. Karyawan cenderung lebih berkomitmen ketika merasa bahwa KPI bukanlah tuntutan sepihak dari atasan.<\/span><\/p>\r\n<h3><b>4. Tentukan frekuensi evaluasi<\/b><\/h3>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Evaluasi sebaiknya dilakukan secara berkala entah itu bulanan, kuartalan, atau tahunan, tergantung pada jenis pekerjaan. Evaluasi rutin membantu manajemen dan karyawan melakukan penyesuaian lebih cepat. Pastikan pula ada sesi feedback yang membangun.<\/span><\/p>\r\n<h3><b>5. Sesuaikan dengan dinamika bisnis<\/b><\/h3>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KPI yang baik harus fleksibel mengikuti perubahan strategi bisnis. Jika ada perubahan prioritas di tingkat organisasi, maka KPI pun harus disesuaikan agar tetap relevan.<\/span><\/p>\r\n<h2><b>Contoh KPI Karyawan Berdasarkan Divisi<\/b><\/h2>\r\n<figure id=\"attachment_47471\" aria-describedby=\"caption-attachment-47471\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-47471\" src=\"https:\/\/staffinc-corporate-website.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-rdne-7947758-scaled.jpg\" alt=\"contoh-kpi-karyawan\" width=\"2560\" height=\"1707\" srcset=\"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-rdne-7947758-scaled.jpg 2560w, https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-rdne-7947758-300x200.jpg 300w, https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-rdne-7947758-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-rdne-7947758-768x512.jpg 768w, https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-rdne-7947758-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-rdne-7947758-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/pexels-rdne-7947758-800x533.jpg 800w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47471\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: ilustrasi kpi karyawan (Pexels.com\/RDNE)<\/em><\/figcaption><\/figure>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa contoh KPI yang umum digunakan berdasarkan divisi atau departemen dalam organisasi yang dapat Anda jadikan sebagai referensi:<\/span><\/p>\r\n<h3><b>1. KPI untuk Staf Penjualan<\/b><\/h3>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Total penjualan bulanan (dalam nominal rupiah)<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah prospek yang dikonversi menjadi pelanggan<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rata-rata nilai transaksi per pelanggan<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Skor kepuasan pelanggan setelah pembelian<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h3><b>2. KPI untuk <em>Customer Service<\/em><\/b><\/h3>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu tanggapan rata-rata (average response time)<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah tiket yang berhasil diselesaikan dalam periode tertentu<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Skor kepuasan pelanggan (CSAT)<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tingkat keluhan yang berhasil diselesaikan tanpa eskalasi<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h3><b>3. KPI untuk Divisi HR (<em>Human Resources<\/em>)<\/b><\/h3>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tingkat retensi karyawan<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu rata-rata untuk mengisi posisi kosong (time-to-hire)<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah program pelatihan yang diselenggarakan<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tingkat keterlibatan karyawan (employee engagement score)<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h3><b>4. KPI untuk Tim Operasional\/Produksi<\/b><\/h3>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah unit yang diproduksi per hari\/bulan<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tingkat efisiensi operasional mesin<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persentase produk cacat (defect rate)<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah jam kerja efektif dibanding total jam kerja<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menyusun KPI yang sesuai dengan karakteristik setiap divisi, perusahaan bisa memantau kinerja secara lebih presisi dan mengambil tindakan yang tepat.<\/span><\/p>\r\n<h2><b>Tantangan dalam Implementasi KPI<\/b><\/h2>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski sangat berguna, penerapan KPI tidak selalu berjalan mulus. Beberapa tantangan yang sering dihadapi di antaranya:<\/span><\/p>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">KPI terlalu banyak dan membingungkan, sehingga karyawan kehilangan fokus<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurangnya pelatihan untuk memahami dan menerapkan KPI<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Data tidak akurat atau tidak tersedia secara real-time<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">KPI tidak diperbarui sesuai perkembangan bisnis<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">KPI dianggap hanya sebagai alat kontrol, bukan alat pengembangan<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Solusinya adalah melakukan sosialisasi menyeluruh, menyederhanakan KPI yang terlalu kompleks, serta memastikan bahwa setiap KPI didukung oleh data dan teknologi yang tepat.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\r\n<h2><b>Optimalkan Manajemen Kinerja dengan Bantuan Teknologi dari Staffinc<\/b><\/h2>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penyedia solusi tenaga kerja dan sistem manajemen HR, Staffinc menghadirkan platform berbasis teknologi yang memungkinkan perusahaan memantau dan mengelola kinerja secara efisien. Kami tidak hanya menyediakan tenaga kerja terlatih, tetapi juga membantu klien dalam membangun sistem pengelolaan performa yang mencakup KPI, absensi, dan pelaporan digital.<\/span><\/p>\r\n<p>Keunggulan Staffinc meliputi:<\/p>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/staffinc.co\/solusi\/platform\">Sistem HRIS<\/a> untuk pelacakan KPI dan performa secara<em> real-time<\/em><\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyediaan tenaga kerja siap pakai untuk berbagai kebutuhan industri<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Layanan konsultasi HR untuk penyusunan dan implementasi sistem manajemen kinerja<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Platform yang telah digunakan oleh berbagai sektor seperti ritel, manufaktur, logistik, dan F&amp;B.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan dukungan teknologi dan keahlian Staffinc, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan menciptakan budaya kerja yang lebih produktif dan terarah. Konsultasikan kebutuhan perusahaan Anda untuk <a href=\"https:\/\/staffinc.co\/solusi\/platform\/manajemen-kinerja\">manajemen kinerja karyawan<\/a> dengan tim Staffinc.<\/span><\/p>\r\n<h4><em><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/industri\/manajemen-kinerja-staf-logistik\">3 Model Manajemen Kinerja, Efektif Meningkatkan Kinerja Staf Logistik<\/a><\/strong><\/em><\/h4>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis, perusahaan dituntut untuk mengelola kinerja karyawan secara optimal demi mencapai tujuan bisnis. Salah satu cara paling efektif untuk mengukur produktivitas dan pencapaian karyawan adalah melalui Key Performance Indicator (KPI). Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan KPI karyawan? Mengapa penting untuk menyusunnya secara cermat? Dan bagaimana cara membuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":47467,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[921],"tags":[115],"class_list":["post-19470","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis","tag-hr"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>4 Contoh KPI Karyawan dan Langkah-langkah Membuatnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Anda sedang membuat KPI karyawan? Baca artikel berikut untuk mengetahui langkah-langkah hingga contoh KPI karyawan untuk perusahaan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staffinc.co\/en\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"4 Contoh KPI Karyawan dan Langkah-langkah Membuatnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Anda sedang membuat KPI karyawan? Baca artikel berikut untuk mengetahui langkah-langkah hingga contoh KPI karyawan untuk perusahaan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Staffinc.co\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-24T06:54:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-03T17:12:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/austin-distel-wD1LRb9OeEo-unsplash-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Staffinc Team\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Staffinc Team\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2\"},\"author\":{\"name\":\"Staffinc Team\",\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/en\/#\/schema\/person\/14a588cc3f69884694630bb7f052c6cb\"},\"headline\":\"Apa Itu Key Performance Indicator dan Cara Membuatnya dengan Efektif\",\"datePublished\":\"2025-04-24T06:54:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-03T17:12:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2\"},\"wordCount\":1036,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/en\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/austin-distel-wD1LRb9OeEo-unsplash-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"HR\"],\"articleSection\":[\"Wawasan Bisnis\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2\",\"url\":\"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2\",\"name\":\"4 Contoh KPI Karyawan dan Langkah-langkah Membuatnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/austin-distel-wD1LRb9OeEo-unsplash-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2025-04-24T06:54:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-03T17:12:25+00:00\",\"description\":\"Anda sedang membuat KPI karyawan? Baca artikel berikut untuk mengetahui langkah-langkah hingga contoh KPI karyawan untuk perusahaan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/austin-distel-wD1LRb9OeEo-unsplash-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/austin-distel-wD1LRb9OeEo-unsplash-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1920,\"caption\":\"langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Homepage\",\"item\":\"https:\/\/staffinc.co\/en\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wawasan Bisnis\",\"item\":\"https:\/\/staffinc.co\/post\/category\/bisnis\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Apa Itu Key Performance Indicator dan Cara Membuatnya dengan Efektif\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staffinc.co\/en\/\",\"name\":\"Staffinc.co\",\"description\":\"Outsourcing and Workforce Solutions in Indonesia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/en\/#organization\"},\"alternateName\":\"Staffinc.co\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staffinc.co\/en\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/en\/#organization\",\"name\":\"Staffinc Group\",\"alternateName\":\"Staffinc.co\",\"url\":\"https:\/\/staffinc.co\/en\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/staffinc-07-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/staffinc-07-1.png\",\"width\":119,\"height\":34,\"caption\":\"Staffinc Group\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/staffinc.co\/en\/#\/schema\/person\/14a588cc3f69884694630bb7f052c6cb\",\"name\":\"Staffinc Team\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3ba68cea1c3d34da5694642850321301c2423cc36f183ff49381d279cfa45e6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3ba68cea1c3d34da5694642850321301c2423cc36f183ff49381d279cfa45e6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3ba68cea1c3d34da5694642850321301c2423cc36f183ff49381d279cfa45e6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Staffinc Team\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"4 Contoh KPI Karyawan dan Langkah-langkah Membuatnya","description":"Anda sedang membuat KPI karyawan? Baca artikel berikut untuk mengetahui langkah-langkah hingga contoh KPI karyawan untuk perusahaan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"4 Contoh KPI Karyawan dan Langkah-langkah Membuatnya","og_description":"Anda sedang membuat KPI karyawan? Baca artikel berikut untuk mengetahui langkah-langkah hingga contoh KPI karyawan untuk perusahaan.","og_url":"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2","og_site_name":"Staffinc.co","article_published_time":"2025-04-24T06:54:20+00:00","article_modified_time":"2025-05-03T17:12:25+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1920,"url":"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/austin-distel-wD1LRb9OeEo-unsplash-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Staffinc Team","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Staffinc Team","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2"},"author":{"name":"Staffinc Team","@id":"https:\/\/staffinc.co\/en\/#\/schema\/person\/14a588cc3f69884694630bb7f052c6cb"},"headline":"Apa Itu Key Performance Indicator dan Cara Membuatnya dengan Efektif","datePublished":"2025-04-24T06:54:20+00:00","dateModified":"2025-05-03T17:12:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2"},"wordCount":1036,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/staffinc.co\/en\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/austin-distel-wD1LRb9OeEo-unsplash-scaled.jpg","keywords":["HR"],"articleSection":["Wawasan Bisnis"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2","url":"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2","name":"4 Contoh KPI Karyawan dan Langkah-langkah Membuatnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staffinc.co\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/austin-distel-wD1LRb9OeEo-unsplash-scaled.jpg","datePublished":"2025-04-24T06:54:20+00:00","dateModified":"2025-05-03T17:12:25+00:00","description":"Anda sedang membuat KPI karyawan? Baca artikel berikut untuk mengetahui langkah-langkah hingga contoh KPI karyawan untuk perusahaan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#primaryimage","url":"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/austin-distel-wD1LRb9OeEo-unsplash-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/austin-distel-wD1LRb9OeEo-unsplash-scaled.jpg","width":2560,"height":1920,"caption":"langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/bisnis\/langkah-membuat-kpi-karyawan-dan-contohnya-2#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Homepage","item":"https:\/\/staffinc.co\/en"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wawasan Bisnis","item":"https:\/\/staffinc.co\/post\/category\/bisnis"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Apa Itu Key Performance Indicator dan Cara Membuatnya dengan Efektif"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staffinc.co\/en\/#website","url":"https:\/\/staffinc.co\/en\/","name":"Staffinc.co","description":"Outsourcing and Workforce Solutions in Indonesia","publisher":{"@id":"https:\/\/staffinc.co\/en\/#organization"},"alternateName":"Staffinc.co","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staffinc.co\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/staffinc.co\/en\/#organization","name":"Staffinc Group","alternateName":"Staffinc.co","url":"https:\/\/staffinc.co\/en\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/staffinc.co\/en\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/staffinc-07-1.png","contentUrl":"https:\/\/staffinc.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/staffinc-07-1.png","width":119,"height":34,"caption":"Staffinc Group"},"image":{"@id":"https:\/\/staffinc.co\/en\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/staffinc.co\/en\/#\/schema\/person\/14a588cc3f69884694630bb7f052c6cb","name":"Staffinc Team","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3ba68cea1c3d34da5694642850321301c2423cc36f183ff49381d279cfa45e6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3ba68cea1c3d34da5694642850321301c2423cc36f183ff49381d279cfa45e6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3ba68cea1c3d34da5694642850321301c2423cc36f183ff49381d279cfa45e6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Staffinc Team"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19470","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19470"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19470\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47466,"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19470\/revisions\/47466"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19470"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19470"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19470"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}