{"id":20181,"date":"2021-03-06T12:42:11","date_gmt":"2021-03-06T12:42:11","guid":{"rendered":"https:\/\/sampingan.co.id\/?p=14708"},"modified":"2021-03-06T12:42:11","modified_gmt":"2021-03-06T12:42:11","slug":"tujuan-retail-audit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staffinc.co\/wawasan\/business-insights\/tujuan-retail-audit","title":{"rendered":"Retail Audit: Tujuan, Indikator, dan Prosedur"},"content":{"rendered":"\n<p>Melakukan retail audit merupakan tolak ukur yang akurat dan objektif dalam untuk mengetahui seberapa baik <a href=\"https:\/\/staffinc.co.id\/post\/apa-itu-retail-dan-cara-kerja-bisnisnya\">bisnis retail<\/a> Anda berjalan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><br><strong>Apa yang dimaksud dengan Retail Audit?&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Audit adalah kegiatan mengevaluasi sistem, produk, atau proses yang yang dijalankan atau diproduksi sudah sesuai dengan regulasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, retail memiliki arti penjual yang langsung menjual produknya ke end user.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><br><strong>Tujuan dilakukannya Retail Audit<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mematikan kontrol internal berjalan dengan baik<\/li><li>Memeriksa apakah pencatatan stok barang sesuai dengan prinsip akuntansi yang ad<\/li><li>Memeriksa jumlah stok fisik produk dan yang dicatat<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/share.hsforms.com\/1EzSrpthUQQ6FYCSWaZLlLQ41ppg?utm_source=learn&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=solutions\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/staffinc.co.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/solutions-banner-1-1024x299.png\" alt=\"sampingan solutions\" class=\"wp-image-16586\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><br><strong>Indikator Audit yang Harus dilakukan dalam Bisnis Ritel<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Berapa besar jumlah penjualan yang telah dicapai?<\/li><li>Berapa banyak stok produk yang tersedia?<\/li><li>Apakah ada stok produk yang tidak layak ditawarkan ke konsumen?<\/li><li>Apakah Anda menata tampilan toko dengan baik untuk menarik konsumen?<\/li><li>Apakah display produk telah sesuai dengan perencanaan?<\/li><li>Bagaimana kompetitor Anda menjalankan bisnisnya?<\/li><li>Inovasi atau perubahan apakah yang telah mereka buat?<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><br>Melakukan audit juga akan memudahkan mengetahui stok suplai yang mencakup dari jumlah, kualitas, dan mengevaluasi apa saja yang telah dilakukan. <\/p>\n\n\n\n<p>Melakukan <strong>evaluasi sangat penting<\/strong> untuk mengetahui seberapa besar konsumen Anda merasa puas dengan produk yang Anda tawarkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><br><strong>Bagaimana Prosedur Retail Audit yang Benar?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam melakukan audit Anda harus melakukan beberapa prosedur yang benar, berikut beberapa prosedur yang dapat Anda dilakukan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Stock Opname<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Yaitu pemeriksaan stok fisik produk dengan listing rekapan. Umumnya dilakukan sebulan sekali sebagai agenda rutin.<br><br>Stock opname ini juga dilakukan setiap akhir tahun untuk merekap data stok di akhir tahun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><br><strong>2. Final Inventory List<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pengelompokkan produk dagangan dengan memisahkan stok produk yang mendekati expired, sudah expired, layak dijual, dan stok produk rusak yang tidak layak dijual.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><br><strong>3. Write a Report of Stock<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah melakukan dua hal tersebut selanjutnya mulailah menulis laporan sesuai dengan persediaan stok produk yang ada.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><br><strong>4. Give an Adjustment<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika terjadi kelebihan stok atau kekurangan stok pada saat proses stock opname.<br><br>Maka auditor akan mengambil kebijakan sesuai arahan dari perusahaan dan memberikan penjelasan tentang stok produk tersebut dengan mempertimbangkan kewajaran ketersediaan produk tersebut.<br><br><br>Setelah melakukan keempat prosedur di atas bukan berarti tugas auditor telah selesai. Ada beberapa hal lagi yang perlu dilakukan, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Find the Reason<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Menemukan alasan atau penyebab dari stok yang tidak wajar di ritel Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Stok produk yang terlalu sedikit tidak mampu memenuhi target pasar sedangkan stok produk yang terlalu banyak terjadi karena kurangnya konsumen yang tertarik terhadap suatu produk tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><br><strong>2. Giving Solution<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kemudian Anda harus mencari solusi atas terjadi kasus yang sedang Anda dialami.<br><br>Misalkan dengan melakukan double stock jika permintaan pasar melebihi jumlah suplai rutin di gerai retail Anda. <br><br>Atau dapat juga memberikan promosi kepada konsumen jika stok produk masih dinilai terlalu banyak karena aktivitas perputaran penjualan yang melemah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><br><strong>3. Take Action<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Anda harus melakukan tindakan secara tepat dan akurat. Jika kedua hal tersebut telah Anda selesaikan. <br><br>Jangan menunda-nunda dalam melaksanakannya karena perputaran keuangan bisnis Anda bisa berdampak cukup besar dari aktivitas persediaan stok di gudang.<\/p>\n\n\n\n<p>Melakukan audit secara manual memang terasa merepotkan, percayakan retail audit Anda kepada <a href=\"https:\/\/staffinc.co.id\/solutions\"><strong>Sampingan<\/strong><\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melakukan retail audit merupakan tolak ukur yang akurat dan objektif dalam untuk mengetahui seberapa baik bisnis retail Anda berjalan. Apa yang dimaksud dengan Retail Audit?&nbsp; Audit adalah kegiatan mengevaluasi sistem, produk, atau proses yang yang dijalankan atau diproduksi sudah sesuai dengan regulasi. Sementara itu, retail memiliki arti penjual yang langsung menjual produknya ke end user. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":14882,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[786],"tags":[],"class_list":["post-20181","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business-insights"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20181"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20181\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staffinc.co\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}