Search

5 Langkah Melakukan Penilaian Kinerja Karyawan, Cek Indikatornya!

Share

Melakukan penilaian kinerja karyawan sangat penting untuk dilakukan perusahaan.

Kenapa?

Kinerja karyawan yang baik dapat membawa perusahaan ke arah yang semestinya, yakni meraup profit dalam kualitas dan kuantitas yang tinggi.

Untuk memahaminya, perlu diadakan penilaian kinerja karyawan secara terarah dari waktu ke waktu dengan menggunakan indikator yang tepat.

Indikator ini nantinya akan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas dan kuantitas dari kinerja karyawan.

Bahkan untuk karyawan blue collar maupun outsource, melakukan penilaian kinerja karyawan juga masih perlu diperlukan demi kemajuan perusahaan.

sampingan manpower


Apa yang dimaksud dengan Penilaian Kinerja Karyawan?

Penilaian kinerja karyawan adalah penilaian, tinjauan, dan evaluasi dari kinerja karyawan saat sedang bekerja.

Biasanya, evaluasi dilakukan sekali atau beberapa kali dalam setahun oleh manajer.

Namun tak menutup kemungkinan dilakukan juga evaluasi mandiri oleh karyawan.


Apa Tujuan Melakukan Penilaian Kinerja Karyawan?

Penilaian ini dilakukan untuk berbagai tujuan, salah satunya adalah untuk memajukan perusahaan dan memelihara kualitas dari pekerjaan itu sendiri.

Berikut ini adalah manfaat dari diadakannya penilaian kinerja karyawan bagi perusahaan.

1. Penilaian ini dapat membantu para karyawan memahami apa saja yang diharapkan dari kinerja mereka.

2. Untuk manajer, evaluasi kinerja karyawan berguna untuk memahami kekuatan dan motivasi dari karyawan.

3. Karyawan bisa mendapatkan feedback supaya dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas kinerjanya.

4. Baik karyawan maupun manajer dapat terbantu untuk menyusun rencana kerja di masa yang akan datang, terutama untuk masa depan karyawan.

5. Dapat memberikan tinjauan yang objektif berdasarkan metrik standar, yang akan berguna untuk mengevaluasi promosi, kenaikan gaji, dan bonus secara adil.


Baca juga: Mengapa Kinerja Karyawan Perlu dipantau?


Apa Saja yang Termasuk dalam Indikator Penilaian Kinerja Karyawan?

Dikutip dari Robbins (2006), terdapat setidaknya enam indikator karyawan yang harus diterapkan, yakni sebagai berikut.


1. Kualitas

Diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan, kualitas kerja akan menghasilkan kesempurnaan dalam pelaksanaan tugas.

Tak hanya itu, kualitas kerja karyawan juga dapat ditilik dari keterampilan dan kemampuan menyelesaikan masalah yang ia miliki.


2. Kuantitas

Merupakan jumlah kinerja yang dihasilkan oleh karyawan dan dapat diukur, dinyatakan dalam satuan jumlah seperti unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan, dan lain-lain.


3. Ketepatan Waktu

Ketepatan waktu dilihat dari tingkat penyelesaian tugas dalam kurun waktu yang telah ditentukan.

Hal ini bisa menjadi indikator penting untuk mencapai target sebuah perusahaan.


4. Efektivitas

Penggunaan sumber daya dalam masa kerja, termasuk tenaga, uang, teknologi, dan bahan baku secara efektif dapat menunjukkan kualitas seorang karyawan.

Semakin efektif sumber daya yang ia pakai, maka kualitas kinerjanya dapat dikatakan semakin baik, apalagi bila dapat dimaksimalkan untuk mendorong kemajuan perusahaan.


5. Kemandirian

Seorang karyawan harus mampu menyelesaikan tugasnya sendiri tanpa merepotkan karyawan lain, terlebih jika tugas yang diberikan bukanlah kerja tim.

Meskipun demikian, kemampuan bekerja dalam tim juga dibutuhkan dalam kapasitas yang tepat.


6. Komitmen Kerja

Untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, seorang karyawan harus memiliki komitmen dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

Komitmen yang dimiliki seorang karyawan dapat menunjukkan kualitas kinerjanya.


5 Cara Melakukan Penilaian Kinerja Karyawan

Untuk menilai kinerja karyawan, dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.


1. Menetapkan Standar Performa

Standar performa suatu perusahaan sangat penting digunakan sebagai acuan untuk melakukan penilaian kinerja karyawan.

Perusahaan juga dapat memakai indikator kinerja karyawan yang telah tertera di atas sebagai referensi.


2. Menetapkan Gol atau Tujuan Spesifik

Gol atau tujuan spesifik yang diberikan oleh manajer dapat membantu karyawan untuk menentukan ke mana arah kerjanya.

Spesifikasi ini dapat diterapkan secara individual mengingat setiap karyawan memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda.


3. Tidak Membandingkan Karyawan

Komparasi bukanlah hal yang menyenangkan, terlebih jika hal tersebut keluar dari mulut atasan kepada karyawan.

Alih-alih termotivasi, hal ini justru bisa berpotensi untuk meluruhkan semangat kerja karyawan dan akhrinya menurunkan performanya.


4. Jujur dan Spesifik Terhadap Kritik

Jika Anda memiliki kritik terhadap karyawan, lakukanlah dengan terus terang dan tidak bertele-tele, namun tetap dengan mengedepankan adab dan sopan santun.

Kritik yang tepat sasaran merupakan kritik yang baik karena justru bisa membangun dan meningkatkan performa atau kinerja karyawan Anda.


5. Lakukan Pembicaraan yang Baik

Sebagus apapun isi dari evaluasi, jika tidak dilakukan dengan pembicaraan yang baik dan berkenan di hati, hal tersebut akan menjadi sia-sia.

Pembicaraan harus terjadi secara dua arah dengan mengedepankan sopan santun agar feedback dan kritik yang diberikan dapat diterima.


Ingin Merekrut Blue Collar Worker Terbaik?

Hubungi Tim Sampingan sekarang!

Sampingan menyediakan blue collar terbaik mulai dari staf logistik, driver, kurir, admin, SPG, hingga customer care/support yang siap dikerahkan dalam waktu 24 jam.

Tags:

Share

You may also like

Dalam era digital saat ini, efisiensi dan akurasi

Kamu pasti tahu betul betapa pentingnya menemukan pekerjaan

Pernahkah kamu merasa kebingungan saat ditanya mengenai gaji

Solusi
Industri
Labor Supply
BPO
Platform
Procurement & Rental