Kamu mungkin sudah tidak asing lagi bahwasannya proses rekrutmen tidak hanya menilai pengalaman kerja dan latar belakang pendidikan semata. Banyak perusahaan yang juga menambahkan tes psikotes sebagai salah satu tahapan penting untuk mengevaluasi calon karyawannya. Tes ini dirancang khusus untuk mengukur kemampuan berpikir logis, karakter kepribadian, hingga kecocokan seseorang terhadap budaya kerja perusahaan.
Secara umum, psikotes digunakan oleh perusahaan dalam berbagai industri mulai dari manufaktur, teknologi, perbankan, hingga ritel. Dengan psikotes, perusahaan berharap bisa merekrut karyawan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki stabilitas emosi dan daya pikir yang memadai untuk menunjang kinerja jangka panjang.
Psikotes kerja sendiri ialah serangkaian tes yang digunakan untuk menilai aspek kognitif dan psikologis seseorang. Dalam dunia rekrutmen, tes ini berfungsi sebagai alat bantu pengambilan keputusan untuk menilai apakah seorang kandidat layak melangkah ke tahap berikutnya dalam proses seleksi.
Jenis-jenis tes yang umum digunakan dalam psikotes meliputi:
- Tes logika numerik
- Tes logika verbal
- Tes kepri badian
- Tes spasial dan visual
- Tes ketahanan kerja seperti Pauli atau Kraepelin
Hasil dari tes-tes ini memberikan informasi penting seputar cara berpikir seseorang, ketahanan mental, cara mengambil keputusan, hingga kecocokan seseorang dengan kultur organisasi/perusahaan.
Tujuan Tes Psikotes dalam Proses Rekrutmen
Lebih lengkapnya, berikut beberapa alasan dan tujuan dilakukannya tes psikotes dalam proses rekrutmen.
1. Mengukur kemampuan berpikir logis dan kritis
Perusahaan ingin memastikan bahwa kandidat mampu memproses informasi dengan cepat dan tepat, terutama pada posisi yang membutuhkan pengambilan keputusan cepat.
2. Menilai kepribadian dan karakter kerja
Apakah seseorang cenderung ekstrovert atau introvert? Apakah ia cocok untuk bekerja dalam tim atau lebih baik secara individual?
3. Mendeteksi potensi masalah psikologis
Beberapa tes bisa mengidentifikasi gejala stres, instabilitas emosi, atau kecenderungan mudah marah, yang bisa memengaruhi kinerja.
4. Memprediksi potensi kinerja jangka panjang
Dengan melihat respons kandidat terhadap tantangan dalam psikotes, perusahaan bisa memprediksi seberapa tahan ia terhadap tekanan kerja.
10 Contoh Soal Psikotes Kerja dan Jawabannya
Untuk membantu kamu dalam mempersiapkan diri, di bawah ini beberapa contoh soal psikotes kerja beserta jawabannya, yang umum ditanyakan dalam proses rekrutmen kerja. Tes
1. Logika Aritmatika
Soal: 2, 4, 8, 16, …
Jawaban: 32
Penjelasan: Pola kelipatan dua (×2). Jadi, 16 × 2 = 32.
2. Tes Deret Angka
Soal: 3, 6, 9, 12, …
Jawaban: 15
Penjelasan: Pola pertambahan 3.
3. Tes Penalaran Silogisme
Soal: Semua A adalah B. Semua B adalah C. Maka…
Jawaban: Semua A adalah C.
Penjelasan: Ini adalah logika deduktif.
4. Tes Sinonim
Soal: Sinonim dari kata Cerdas adalah…
a. Pintar
b. Lemah
c. Malas
d. Tegas
Jawaban: a. Pintar
5. Tes Antonim
Soal: Antonim dari kata Berani adalah…
a. Takut
b. Cepat
c. Jujur
d. Tenang
Jawaban: a. Takut
6. Tes Pauli / Kraepelin
Soal: Deretan angka 2 3 5 4 1
Jumlahkan angka-angka yang berdekatan.
2+3 = 5, 3+5 = 8, 5+4 = 9, 4+1 = 5
Jawaban: 5, 8, 9, 5
Penjelasan: Tes ini mengukur daya tahan dan fokus dalam waktu yang lama. Umumnya dikerjakan selama 30–60 menit.
7. Tes Wartegg
Soal: Lanjutkan pola dari 8 kotak kecil yang memiliki pola awal seperti titik, garis melengkung, atau lengkungan terbuka.
Jawaban: Tidak ada yang benar atau salah.
Penjelasan: Tes ini menilai kreativitas, imajinasi, dan ekspresi emosional. Tips: Buatlah gambar yang rapi dan tidak menyeramkan. Hindari simbol agresif.
8. Tes Kepribadian (Big Five Personality Test)
Soal: Saya merasa nyaman saat berbicara dengan orang baru.
a. Sangat Tidak Setuju
b. Tidak Setuju
c. Netral
d. Setuju
e. Sangat Setuju
Jawaban: Tidak ada jawaban benar atau salah.
Penjelasan: Tes ini menilai openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism.
9. Tes Spasial / Visual
Soal: Gambar sebuah bentuk dan ditanya hasilnya jika diputar 90°.
Jawaban: Sesuai arah putaran.
Penjelasan: Mengukur kemampuan memahami bentuk dan orientasi objek dalam ruang.
10. Tes Logika Analitis
Soal: Jika semua guru adalah pendidik, dan sebagian pendidik adalah dosen, maka…
Jawaban: Beberapa dosen bisa jadi bukan guru.
Penjelasan: Tes ini mengukur kemampuan berpikir logis dari beberapa premis.
Tips untuk Menghadapi Psikotes Kerja

Menghadapi psikotes butuh persiapan mental dan teknis. Berikut beberapa tips penting yang bisa kamu baca sebelum menghadapi tes psikotes yang akan kamu jalani. Â
- Berlatih secara konsisten
Banyak soal psikotes menggunakan pola yang bisa dipelajari. Semakin sering berlatih, Anda akan semakin cepat mengenalinya. - Tidur cukup dan makan sehat sebelum tes
Otak yang lelah cenderung lambat merespons. Pastikan Anda dalam kondisi optimal. - Perhatikan waktu pengerjaan
Banyak tes dibatasi waktu. Jangan terlalu lama pada satu soal. - Jawab jujur pada tes kepribadian
Tes ini tidak mencari jawaban sempurna, tapi mencerminkan siapa Anda sebenarnya. - Jangan panik jika menemukan soal sulit
Fokus dan lanjutkan ke soal berikutnya jika macet di satu titik.
Psikotes kerja bukan lagi hal baru dalam dunia rekrutmen. Tes ini membantu perusahaan menilai kandidat secara objektif berdasarkan logika, kepribadian, hingga kesiapan kerja. Dengan mengenali jenis-jenis soal yang umum keluar dan berlatih secara rutin, Anda bisa meningkatkan peluang untuk lolos di tahap seleksi ini.
Persiapan tidak hanya membuat Anda lebih percaya diri, tetapi juga menunjukkan keseriusan dan profesionalisme. Jika kamu adalah pencari kerja aktif, luangkan waktu untuk memahami struktur soal psikotes dan banyaklah berlatih soal. Psst.. kamu juga dapat menemukan lowongan pekerjaan part-time hingga full-time lho di Staffinc! Unduh aplikasi Staffinc Jobs di PlayStore untuk menemukan pilihan pekerjaan yang tersedia di Staffinc.