Search

Retail Audit: Tujuan, Indikator, dan Prosedur

Share

Melakukan retail audit merupakan tolak ukur yang akurat dan objektif dalam untuk mengetahui seberapa baik bisnis retail Anda berjalan.


Apa yang dimaksud dengan Retail Audit? 

Audit adalah kegiatan mengevaluasi sistem, produk, atau proses yang yang dijalankan atau diproduksi sudah sesuai dengan regulasi.

Sementara itu, retail memiliki arti penjual yang langsung menjual produknya ke end user.


Tujuan dilakukannya Retail Audit

  • Mematikan kontrol internal berjalan dengan baik
  • Memeriksa apakah pencatatan stok barang sesuai dengan prinsip akuntansi yang ad
  • Memeriksa jumlah stok fisik produk dan yang dicatat
sampingan solutions


Indikator Audit yang Harus dilakukan dalam Bisnis Ritel

  • Berapa besar jumlah penjualan yang telah dicapai?
  • Berapa banyak stok produk yang tersedia?
  • Apakah ada stok produk yang tidak layak ditawarkan ke konsumen?
  • Apakah Anda menata tampilan toko dengan baik untuk menarik konsumen?
  • Apakah display produk telah sesuai dengan perencanaan?
  • Bagaimana kompetitor Anda menjalankan bisnisnya?
  • Inovasi atau perubahan apakah yang telah mereka buat?


Melakukan audit juga akan memudahkan mengetahui stok suplai yang mencakup dari jumlah, kualitas, dan mengevaluasi apa saja yang telah dilakukan.

Melakukan evaluasi sangat penting untuk mengetahui seberapa besar konsumen Anda merasa puas dengan produk yang Anda tawarkan.


Bagaimana Prosedur Retail Audit yang Benar?

Dalam melakukan audit Anda harus melakukan beberapa prosedur yang benar, berikut beberapa prosedur yang dapat Anda dilakukan:

1. Stock Opname

Yaitu pemeriksaan stok fisik produk dengan listing rekapan. Umumnya dilakukan sebulan sekali sebagai agenda rutin.

Stock opname ini juga dilakukan setiap akhir tahun untuk merekap data stok di akhir tahun.


2. Final Inventory List

Pengelompokkan produk dagangan dengan memisahkan stok produk yang mendekati expired, sudah expired, layak dijual, dan stok produk rusak yang tidak layak dijual.


3. Write a Report of Stock

Setelah melakukan dua hal tersebut selanjutnya mulailah menulis laporan sesuai dengan persediaan stok produk yang ada.


4. Give an Adjustment

Jika terjadi kelebihan stok atau kekurangan stok pada saat proses stock opname.

Maka auditor akan mengambil kebijakan sesuai arahan dari perusahaan dan memberikan penjelasan tentang stok produk tersebut dengan mempertimbangkan kewajaran ketersediaan produk tersebut.


Setelah melakukan keempat prosedur di atas bukan berarti tugas auditor telah selesai. Ada beberapa hal lagi yang perlu dilakukan, di antaranya:

1. Find the Reason

Menemukan alasan atau penyebab dari stok yang tidak wajar di ritel Anda.

Stok produk yang terlalu sedikit tidak mampu memenuhi target pasar sedangkan stok produk yang terlalu banyak terjadi karena kurangnya konsumen yang tertarik terhadap suatu produk tersebut.


2. Giving Solution

Kemudian Anda harus mencari solusi atas terjadi kasus yang sedang Anda dialami.

Misalkan dengan melakukan double stock jika permintaan pasar melebihi jumlah suplai rutin di gerai retail Anda.

Atau dapat juga memberikan promosi kepada konsumen jika stok produk masih dinilai terlalu banyak karena aktivitas perputaran penjualan yang melemah.


3. Take Action

Anda harus melakukan tindakan secara tepat dan akurat. Jika kedua hal tersebut telah Anda selesaikan.

Jangan menunda-nunda dalam melaksanakannya karena perputaran keuangan bisnis Anda bisa berdampak cukup besar dari aktivitas persediaan stok di gudang.

Melakukan audit secara manual memang terasa merepotkan, percayakan retail audit Anda kepada Sampingan.

Tags:

Share

You may also like

Dalam era digital saat ini, efisiensi dan akurasi

Kamu pasti tahu betul betapa pentingnya menemukan pekerjaan

Pernahkah kamu merasa kebingungan saat ditanya mengenai gaji

Solusi
Industri
Labor Supply
BPO
Platform
Procurement & Rental