Maria Britta

Tantangan Utama yang Sering Dihadapi Logistik

Maria Britta
Tantangan Utama yang Sering Dihadapi Logistik

Subscribe to our
newsletter!

Lorem ipsum dolor sit amet,
consectetur lorem.

Memastikan pekerjaan dalam logistik berjalan lancar merupakan keharusan. Tanpa itu, kinerja bisnis bisa terganggu. Namun, melakukannya tidak semudah yang dibayangkan. Banyak tantangan yang harus dihadapi.

Sama seperti sektor pendukung bisnis lain, logistik juga mengalami perubahan tuntutan. Kecepatan pengiriman misalnya. Sejalan dengan keinginan konsumen untuk mendapatkan produk lebih cepat, logistik harus mempercepat prosesnya. Hal ini merupakan tantangan tersendiri.

Sama seperti bidang lain, dalam menghadapi perubahan zaman, pemanfaatan teknologi juga diadopsi logistik. Otomatisasi dapat diterapkan untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan di sana.

Meski begitu, permasalahan belum tentu usai. Masih ada beberapa tantangan yang mengadang logistik. Berikut ini tiga hal yang utama:

1. Koordinasi yang Buruk

Kerja logistik sering terganggu dengan koordinasi yang buruk. Sulit sekali meramu proses organisasi yang efektif di bidang ini. Hal itu dikarenakan logistik sering terpecah-pecah ke dalam berbagai sektor.

Sebagai contoh, logistik harus berkoordinasi dengan banyak pihak mulai dari pabrik, toko, staf pengiriman, manajer, serta pelanggan. Tentu saja sulit sekali untuk membuat sistem untuk mengoordinasi semua dalam satu dasbor.

Hal ini menjadi tantangan besar yang harus dihadapi oleh logistik. Namun, mereka pantang berpangku tangan. Pemanfaatan teknologi yang bisa menjadi panduan kerja bersama bagi semua pihak yang berkaitan dengan logistik bisa dibuat. 

Jika pihak logistik mampu merancangnya dengan baik, maka koordinasi yang efektif akan tercipta. Bisa dipastikan kinerja logistik akan terbantu.

2. Mismanajemen di Gudang

Manajemen gudang yang baik merupakan salah satu titik penting bagi kesuksesan kerja di bidang logistik. Namun, mengelolanya bukan perkara mudah. Banyak sekali faktor yang harus dikelola di sana. Padahal, sebuah kesalahan saja bisa mengganggu kinerja logistik secara umum.

Kasus yang dialami Walmart pada 2013 bisa menjadi contoh. Mereka kehilangan 3 miliar dolar Amerika Serikat karena kesalahan penempatan produk. Ternyata banyak sekali ditemukan barcode produk yang tidak cocok dengan sistem sehingga tidak bisa diproses.

Hal ini menunjukkan bahwa ada tantangan besar dalam pengelolaan gudang. Logistik harus berbenah untuk menghadirkan sistem yang efektif dalam menjalankan pekerjaannya.

Terkait hal ini, penggunaan teknologi bisa membantu. Perbaikan yang dilakukan Walmart misalnya. Sejak 2020, mereka menggunakan robot untuk menata dan mengangkut barang di gudang. Cara ini diyakini akan mampu meminimalkan kesalahan yang terjadi di sana.

3. Relasi Dengan Konsumen yang Minim

Logistik pada akhirnya harus berhubungan dengan pelanggan sebagai pengguna layanan atau produk. Namun, relasi logistik dengan konsumen sering tidak ada sama sekali. Padahal, kepuasan konsumen seharusnya menjadi standar hasil kerja semua pihak termasuk logistik.

Saat ini, konsumen menginginkan kemudahan dalam pembelian produk atau layanan. Bukan hanya online, mereka pun kadang ingin bertransaksi offline. Selain itu, pelanggan sering pula menginginkan sistem yang mampu melacak pengiriman barang yang mereka pesan dengan mudah. 

Berbagai tuntutan itu membuat persiapan kerja dan pekerjaan logistik semakin kompleks. Susahnya, dalam kondisi seperti itu, sering tidak ada hubungan langsung antara logistik dan konsumen. 

Ini menjadi tantangan besar bagi logistik. Bagaimana mungkin mereka bisa bekerja optimal tanpa berhubungan langsung dengan pelanggan yang menjadi akhir pekerjaan? Hal ini menyulitkan logistik dalam menentukan standar kerja yang baik.

Tiga tantangan yang dipaparkan sebelumnya hanyalah yang utama. Masih ada aneka hambatan lain yang siap menghadang logistik. Contoh mudah adalah mengatasi masalah komunikasi internal. Ini saja bisa menyita waktu dan tenaga saat mencoba mencari solusinya.

Meski begitu, ada satu hal yang bisa menjadi solusi. Hal itu adalah pemanfaatan teknologi untuk logistik. Tinggal temukan yang dibutuhkan agar kerja logistik terbantu.

LIKE

[wp_ulike]

SHARE

Share on linkedin
Share on facebook
[Sassy_Social_Share]
Views
Likes

Tags:

You may also like

Ready to enhance your staffing?

Your customers are waiting,
it’s time to meet their demand.

Your customers are waiting,
it’s time to meet their demand.